Jumat, 12 Juli 2019

Penjaga Surau dan Impiannya


Penjaga Surau dan Impiannya

Bagi warga Melayu pasti tidak asing dengan kata surau. Surau yang merupakan tempat untuk beribadah dan berbagai kegiatan agama setiap harinya semakin sepi. Pak Amin yang selama ini menjaga surau mulai gelisah dengan keadaan tersebut. Ia ingin surau kembali ramai dengan kegiatan yang bermanfaat, namun hal tersebut tampaknya sulit untuk diwujudkan karena saat ini pemuda yang ada di kampungnya sibuk dengan pekerjaan atau bermain gawai yang mereka miliki. Pak Amin mengutarakan kegundahan tersebut kepada petinggi kampung namun tidak ada hasil yang bisa memuaskan hatinya.

Ingin mengembalikan fungsi dan eksistensi surau membuat Pak Amin sering melamun. Melihat hal tersebut sang istri menjadi sedikit khawatir dan berusaha membuat Pak Amin kembali bersemangat untuk mewujudkan keinginannya. Dukungan dari sang istri berhasil membuat Pak Amin tersenyum dan kembali menata berbagai hal yang bisa menarik perhatian pemuda dan warga kampung untuk kembali meramaikan surau sehingga surau bisa berfungsi seperti sedia kala. Di saat yang bersamaan, kampung didatangi oleh beberapa mahasiswa yang sedang melakukan KKN. Pak Amin melihat kesempatan yang sangat bagus saat mengetahui kabar tersebut.

Pak Amin berkunjung ke tempat menginap mahasiswa KKN tersebut untuk membicarakan semua kegundahan yang ia rasakan tentang sepinya surau. Ia berharap para mahasiswa bisa menanggapi dan memiliki ide cemerlang untuk masalah tersebut. Tak menunggu lama, para mahasiswa memberikan beberapa gagasan bagus untuk Pak Amin dan bersedia untuk mewujudkannya. Mendengar beberapa gagasan tersebut Pak Amin merasa memiliki harapan baru untuk surau. Ia yakin surau akan lebih ramai dari sebelumnya. Gagasan para mahasiswa memang sederhana tapi Pak Amin yakin jika hal tersebut bisa membawa perubahan besar. Rencana harus segera dilaksanakan sebelum waktu KKN mereka usai. Setelah beberapa kali berdiskusi dan mematangkan rencana yang dibuat, tanggal pelaksanaan pun ditentukan.

Segala persiapan segera dilakukan dengan cepat dan maksimal. Surau diperbaiki dan diberi beberapa fasilitas baru untuk mendukung terlaksananya tujuan dari gagasan tersebut. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan bisa dilaksanakan dengan lancar. Para mahasiswa dan Pak Amin sukses membuat surau kembali ramai. Sejak saat itu, surau kembali digunakan untuk ibadah, pengajian, dan aktivitas lainnya. Pemuda yang biasa kecanduan gawai juga bisa mulai membagi waktu untuk ke surau dan bermain gawai. Adanya perpustakaan dan stasiun wifi membuat siapa saja berminat pergi ke surau. Untuk mendapatkan fasiitas tersebut, mereka harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan.

Pak Amin yang kembali membuat suasana hidup berkat bantuan para mahasiswa merasa sangat senang. Tidak ingin kembali ke masa sulit, Pak Amin merencanakan berbagai hal dengan cermat. Begitu juga dengan masa depannya kelak. Untuk masa depan yang lebih baik, ia menggunakan fitur Asuransi Wakaf dan untuk Anda yang ingin mengetahui informasinya segera kunjungi https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf.

0 komentar:

Posting Komentar