Rabu, 24 Oktober 2018

Gajah Menjadi Salah Satu Hewan yang Pandai Berrhitung

Gajah Menjadi Salah Satu Hewan yang Pandai Berrhitung

Penelitian yang sebelumnya mengungkap ada beberapa hewan yang bisa berhitung. Kini, sebuah studi mengungkap bahwa gajah Asia menjadi anggota baru dari daftar tersebut.

Tak tanggung-tanggung, mungkin gajah Asia (Elephas maximus) merupakan hewan yang paling pandai berhitung, lebih unggul dibanding sebagian besar hewan lainnya.

Hal tersebut dibuktikan oleh Naoko Irie, peneliti dari the Graduate University for Advanced Studies and the Japan Society for the Promotion of Science setelah menganalisis gajah Asia yang tinggal di kebun binatang Ueno, Jepang.

Penelitian ini pun telah diterbitkan di Journal of Ethology belum lama ini.

Dalam penelitiannya, gajah betina bernama Authai diajarkan untuk menggunakan layar sentuh besar yang dikendalikan komputer. Alat ini khusus dirancang untuk menguji kemampuan numerik hewan.

Selanjutnya, Authai mendapat sejumlah gambar berbeda yang di dalamnya terdapat dua sampai tiga jenis buah dengan ukuran berbeda. Tugas Authai adalah memilih gambar dengan jumlah buah yang lebih banyak.

Dalam setiap ronde, Authai diberi dua pilihan. Jika ia berhasil menjawab dengan benar, tim akan memberinya hadiah.

Setelah melakukan 271 kali percobaan, gajah berusia 14 tahun itu berhasil menjawab dengan benar sebanyak 181 kali atau dengan tingkat keberhasilan sebesar 66,8 persen.

Contoh gambar yang digunakan untuk mengukur kecerdasan gajah Asia. Contoh gambar yang digunakan untuk mengukur kecerdasan gajah Asia.

Tim Irie menarik kesimpulan, kemampuan gajah untuk berhitung tidak dipengaruhi oleh seberapa banyak buah, jarak dengan layar sentuh, atau rasio perbandingan jumlah buah.

Sebaliknya, Authai mempelajari berbagai gambar dan secara teliti memilih angka-angka yang berisi buah-buah dengan jumlah tertinggi.

George Wittemyer, profesor di Colorado State University dan direktur Save the Elephants mengungkapkan jika temuan ini merupakan wawasan baru yang menarik untuk mempelajari bagaimana kemampuan numerik gajah Asia.

"Saya bertanya-tanya apakah kemampuan ini terkait dengan jaringan sosial mereka yang maju, di mana mereka mengenali individu satu sama lain dengan kemampuan kognitif spasial," kata Wittemyer yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dilansir Inverse, Selasa (23/10/2018).

Namun hingga kini tidak ada yang yakin mengapa ketrampilan menghitung gajah Asia bisa berbeda dengan spesies gajah lainnya. Mungkin kemampuan unik tersebut berkembang secara independen karena spesies gajah Asia dan Afrika terpisah lebih dari 7,6 juta tahun yang lalu sehingga sangat mungkin mereka memiliki kemampuan kognitif yang berbeda.

Temuan ini lebih lanjut makin memperjelas jika beberapa hewan memang bisa menghitung. Selain gajah, peneliti mengetahui jika singa hanya menyerang kawanan singa lain yang jumlahnya melebihi jumlah kelompok mereka.

Meski begitu dasar-dasar kognitif yang memungkinkan hewan-hewan ini untuk melakukannya masih diperdebatkan.

0 komentar:

Posting Komentar